Harga Emas Tertekan Oleh Penguatan US Dollar

Harga emas cenderung tertekan pada perdagangan di hari Rabu (8/4/2015), hal ini seiring menguatnya kembali US dollar serta kenaikan di bursa saham global. Meski ketidakpastian tentang waktu kenaikan suku bunga AS tetap mendorong harga emas tidak jauh dari posisi tertinggi dalam tujuh minggu di atas US$ 1.200 per ounce.

Harga emas tercatat melemah 0,5 persen dan diperdagangkan dikisaran US$ 1.208,55 per ounce. Harga emas sempat mencetak level tertinggi sejak 17 Februari di posisi US$ 1.224,10 per ounce, didukung melemahnya dolar AS setelah data nonfarm payrolls AS memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa menunda tingkat diantisipasi naik tahun ini.

US dollar menguat 0,8 persen terhadap mata uang utama demikian juga dengan bursa saham di seluruh dunia juga mengalami kenaikkan setelah investor berpindah ke aset yang lebih berisiko dalam dua hari berturut-turut, membuat daya tarik emas sebagai safe haven terhadap risiko menjadi goyah.