Emas Tertekan Dipicu Penguatan Ekuitas dan US Dolar

Harga emas dunia terpantau melemah di bawah US$ 1.200 per ounce seiring penguatan ekuitas. Di sisi lain, pedagang mencermati langkah-langkah kebijakan baru China untuk menopang perekonomian dari negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia dan risiko default utang Yunani.

Harga spot emas turun 0,8 persen menjadi US$ 1.194,68 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka emas untuk pengiriman bulan Juni melemah US$ 9,40 dan diperdagangkan dikisaran US$ 1.193,70 per ounce.

Ekuitas AS mengalami rally, didorong laporan bank investasi Morgan Stanley di kuartal I yang tercatat mengalami kenaikkan keuntungan terbesar sejak krisis keuangan. Kinerja yang kuat menarik investor, yang menunjukkan minat yang terbatas dalam emas.

US Dolar menguat 0,5 persen terhadap mata uang utama, menyusul penurunan  2 persen pekan lalu di bawah tekanan data AS. Pertemuan kebijakan The Fed akhir bulan ini akan memberikan petunjuk kuat tentang waktu kenaikan suku bunga.

Sementara ketidakpastian atas situasi di Yunani bisa mengangkat beberapa permintaan emas ritel di Eropa. Namun belum ada kenaikkan signifikan dalam permintaan fisik dari Asia. Kelesuan ekonomi di China sebagai konsumen emas terbesar kedua di dunia, khususnya usai langkah-langkah pelonggaran bank sentral China selama akhir pekan.