Emas Melemah di Asia, Petunjuk Pandangan the Fed

Harga emas turun di Asia pada hari Senin dengan fokus pada prospek kenaikan suku bunga AS dimana pembuat kebijakan kunci the Fed terus menekankan perlunya untuk bertindak seiring data penting yang menjadi kunci untuk setiap keputusan menunjukkan kemajuan yang mixed.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange menurun 0,18% menjadi $ 1,332.05 per troy ounce. Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman Desember turun 1,30% menjadi $ 19,117 per troy ounce dan tembaga berjangka untuk pengiriman Desember terakhir dikutip datar di $ 2,089 per pon.

Sebelumnya, Jepang melaporkan pesanan mesin inti melonjak 4,9% untuk bulanan pada bulan Juli, kenaikan bulanan kedua berturut-turut dan jauh di atas 3,5% yang diperkirakan, dan menunjukkan kenaikkan 5,2% year-on-year, dibandingkan dengan kenaikan 0,3% yang diharapkan. Data menyoroti pertumbuhan yang kuat di segmen kunci ekonomi.

Pada saat yang sama, angka PPI dari Jepang menunjukkan penurunan 0,3% pada bulan Agustus pada periode bulanan, dibandingkan dengan penurunan 0,2% yang diharapkan dan penurunan 3,6% year-on-year, dibandingkan dengan penurunan 3,5% yang diperkirakan. Lemahnya harga produsen dari yang diharapkan memberi sinyal prospek inflasi melemah masih berlanjut.

Pekan lalu, harga emas jatuh untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Jumat, ditekan lebih rendah karena penguatan us dollar seiring adanya harapan baru untuk kenaikan suku bunga jangka pendek oleh Federal Reserve. US Dolar pulih setelah Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan hari Jumat bahwa kenaikkan suku bunga bisa dilakukan untuk menghindari overheating ekonomi.