Emas Naik di Asia, Data China dan Ketegangan Korea

Harga emas naik pada hari Senin karena data PDB China yang hasilnya lebih bagus dari perkiraan analis dan ketegangan di semenanjung Korea mendukung permintaan.

Emas untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik 0,35% menjadi $ 1,293.00 per troy ounce, sementara perak berjangka naik 0,49% menjadi $ 18,600 dan tembaga berjangka naik 0,62% menjadi $ 2,583 per pon.

China pada hari Senin melaporkan GDP kuartal pertama naik 1,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu untuk laju tahunan 6,9%, mengalahkan ekspektasi untuk tahunan. Sebuah jajak pendapat analis mengatakan kuartal-ke-kuartal naik 1,6% dan untuk tahunan GDP naik 6,8%. China juga melaporkan produksi industri naik 7,6% pada bulan Maret, dibandingkan dengan kenaikkan 6,3% bulan sebelumnya dan penjualan ritel naik 10,9% terhadap kenaikan 9,6% periode sebelumnya.

Pekan lalu, harga emas diperdagangkan lebih tinggi pada hari Kamis, karena investor terus mendukung logam mulia di tengah kekhawatiran geopolitik sementara data ekonomi sebagian besar optimis gagal membebani sentimen.

Harga emas mengabaikan data ekonomi yang relatif bagus karena investor terus menuangkan ke aset safe haven seperti emas di tengah kekhawatiran ketegangan geopolitik bisa meningkat, setelah AS berlayar menuju Semenanjung Korea.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada hari Kamis, klaim pengangguran awal turun 1.000 ke 234.000 untuk pekan yang berakhir April 8 sedangkan indeks harga produsen untuk permintaan akhir tergelincir 0,1% bulan lalu.

University of Michigan mengatakan indeks sentimen konsumen naik menjadi 98,0 pada bulan April, jauh di atas ekspektasi jatuh ke 96,5. Sebuah pemulihan tajam dalam dolar gagal membebani harga emas ketegangan geopolitik tetap menjadi kekuatiran tersendiri.