Posts

Emas Tertekan Jelang Pengumuman Fed

Harga emas sedikit tertekan menjelang pengumuman suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) yang dianggap bisa menjadi patokan untuk kemungkinan kenaikan suku bunga selanjutnya.

Harga sport emas bergerak di kisaran $1,295.22 per troy ounce sebagaimana yang terpantau pada pukul 07.51 WIB tadi. Sementara itu indeks dolar bergerak naik 0,03 persen ke kisaran 93.834 setelah menguat 0,24 persen di hari sebelumnya.

Dengan hampir pastinya Fed menaikkan suku bunga di pekan ini, para pelaku pasar akan fokus pada bagaimana Fed akan menyesuaikan kebijakan moneter ke level yang masuk akan di tengah pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung.

Inflasi konsumen bulanan AS naik secara modeat di bulan Mei seiring dengan melambatnya peningkatan harga bensin. Ini membuka kemungkinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga secara bertahap di tahun ini.

Emas Sedikit Menguat, Pasar Masih Tunggu Fed

Harga emas sedikit menguat seiring dengan koreksi yang terjadi pada USd menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) untuk membahas suku bunga. Sementara itu  pertemuan AS-Korea Utara juga akan diadakan pekan ini.

Harga spot emas terpantau menguat 0,1 persen ke kisran $1,299.30 per troy ounce pada pukul 10.39 WIB tadi, sementara indeks dolar melemah 0,1 persen ke kisaran 93.495.

Pasar melihat banyak event yang menyimpan potensi resiko pekan ini namun tampaknya tidak terlalu mempedulikan ulah presiden Donald Trump pada konferensi tingkat tinggi G-7.

Pasar lebih menantikan keputusan FOMC yang akan menentukan suku bunga Federal Reserve, di mana diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Pekan ini, European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan juga akan melaksanakan rapat untuk menentukan kebijakan moneter mereka.

EMAS.ID

Emas Stabil, Dolar Melemah

Harga emas bertahan stabil di hari Kamis (7/6/2018), didukung oleh pelemahan USD di tengah berlanjutnya kekhawatiran akan berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya.

Harga emas terpantau di kisaran $1,296.91 per troy ounce pada pukul 08.24 tadi pagi.

Indeks dolar, yang mengukur pergerakan USD terhadap enam mata uang utama dunia, melemah 0,2 persen ke kisaran 93.497.

Presiden AS, Donald Trump, tidak memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia akan mundur dari sikap kerasnya akan kebijakan perdagangan. Hal ini menyebabkan para sekutunya di G7 bereaksi dan hal tersebut akan dibahas pada konferensi G7 di Kanada.

Emas Menguat Seiring Koreksi Pada USD

Harga emas berhasil menguat seiring koreksi yang terjadi pada USD dan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah kekhawatiran akan prospek perdagangan global setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan tarifi impor atas para mitra dagangnya.

Harga spot emas terpantau naik 0,2 persen ke kisaran $1,297.64 per troy ounce sebagaimana terpantau pada pukul 08.06 WIB tadi.

Indeks dolar, yang mengukur pergerakan USD terhadap enam mata uang utama duia, mengalami koreksi 0,1 persen ke 93.829.

Imbal hasil obligasi AS mengalami penurunan kemarin setelah para investor beralih ke obligasi pemerintah yang resikonya lebih rendah setelah perdana menteri Italia bertekad untuk menerapkan kebijakan ekonomi.

Perdana menteri Italia bertekad akan membawa perubahan yang radikal untuk negara tersebut, termasuk di bidang imigrasi.

Menurut penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, presiden AS, Donald Trump, sedang mempertimbangkan upaya mengubah North American Free Trade Agreement untuk melakukan pembicaraan terpisah dengan Kanada dan Meksiko.

Meksiko menetapkan tarif untuk produk-produk AS mulai dari baja hingga daging babi dan minuman beralkohol, sebagai reaksi melawan tarif impor logam yang dipaksakan oleh presiden Donald Trump.

Seorang pejabat senior Uni Eropa mengatakan bahwa Uni Eropa tidak mengharapkan ada terobosan dalam tarif impor baja dan alumunium yang diterapkan oleh AS pada pertemuan antara Uni Eropa dan Kanada pada konferensi pemimpin-pemimpin G7 di Kanada pekan ini.

Emas Tertekan, Dolar Menguat Terhadap Yen

Harga emas secara umum masih tertekan setelah tiga hari melemah, seiring menguatnya dolar AS terhadap yen Jepang setelah kuatnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) sehingga kembali memunculkan harapan bahwa Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunga lagi.

Indeks dolar menguat 0,1 persen ke kisaran 94.063. Sementara itu USD menguat terhadap yen ke kisaran 109.99, yang merupakan level tertinggi sejak 24 Mei 2018.

Imbal hasil obligasi US Treasury menguat kemarin karena meredanya ketegangan politik di Italia dan Spanyol.

Sementara itu, menteri luar negeri China mengatakan bahwa pada prinsipnya China membuka pintu untuk berunding. Sebelumnya Beijing memberi peringatan bahwa semua kesepakatan bisnis dan perdagangan China dengan AS akan dibatalkan jika AS memberlakukan tarif impor baru.

Kemarin (4/6/2018) Gedung Putih menyatakan bahwa sanksi keras mereka terhadap Korea Utara tidak berubah, beberapa hari setelah presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa ia tak lagi mau mempergunakan istilah “tekanan maksimum” untuk menggambarkan kampanye menekan Korea Utara agar menghentikan program senjata nuklirnya.

Dari Kanada, Perdana Menteri Justin Trudeau pekan ini akan bertindak sebagai tuan rumah dari konferensi tingkat tinggi Group of Seven (G7) di mana enam anggota kelompok tersebut merasa gusar dengan maneuver-manuver yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump. Pemerintahan Kanada telah bertekad untuk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk melindungi sektor industri baja dan alumunium mereka dari tarif impor yang akan diberlakukan AS.

EMAS.ID

Harga Emas Tunggu Prospek Bunga Fed

Harga emas bergerak stabil setelah sempat melemah ke level terendah mingguan Jumat lalu. Pasar masih menantikan prospek suku bunga Fed bulan ini dan kekhawatiran akan perang dagang berhasil sedikit mereda.

Harga spot emas terpantau di kisaran $1,293.06 per troy ounce pada pukul 08.11 WIB tadi. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level $1,289.12 yang merupakan level terendah sejak 23 Mei.

Pertumbuhan jumlah pekerja di Amerika Serikat (AS) cukup signifikan di bulan Mei dan tingkat pengangguran turun ke angka terendah dalam 18 tahun yaitu 3,8 persen. Hal ini memperlihatkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja membaik dan bisa jadi akan menjadi pemicu meningkatnya laju inflasi.

Federal Reserve (Fed) kemungkinan akan terus melanjutkan peningkatan suku bunga secara bertahap hingga dua tahun ke depan, menurut seorang  pejabat Fed Jumat kemarin. Tingginya bunga pinjaman kemungkinan akan menjadi rem untuk pertumbuhan tahun depan.

Sementara itu para pemimpin keuangan dari sekutu-sekutu terdekat AS memperlihatkan kemarahan terhadap pemerintahan Trump atas kebijakan tarif impor logam. Kemungkinan besar konferensi G7 pekan depan di Quebec akan diwarnai oleh perdebatan yang sengit.

China telah memperingatkan AS bahwa perjanjian apa pun yang diraih terkait perdagangan dan bisnis di antara kedua negara akan dibatalkan jika Washington tetap memberlakukan tarif dan bea lain, setelah kedua negara tersebut menyelesaikan pertemuan terakhir mereka di Beijing.

Emas Mencoba Rebound

Logam emas memperpanjang aksi rebound pada minggu dengan bergerak ke area $ 1293 dan memperoleh beberapa traksi positif selama tiga sesi berturut-turut. Dolar AS yang sedang berlangsung dari puncak 6-1 / 2 bulan dilihat sebagai salah satu faktor utama yang mendukung permintaan untuk komoditas berdenominasi dolar seperti emas.

Kekhawatiran yang bertambah karena perang dagang AS-China semakin meningkat, terutama setelah Gedung Putih mengatakan untuk melanjutkan tindakan terhadap barang-barang Cina senilai $ 50 miliar, sehingga akan mendukung daya tarik safe haven logam emas.

Faktor-faktor positif yang dinegasikan dengan mengurangi krisis politik di Italia yang menjadi negara ekonomi terbesar ketiga di zona Euro akan mengurangi selera investor untuk masuk ke aset berisiko seperti saham.

Kondisi ini telah menambah beberapa pickup baru pada imbal hasil obligasi Treasury AS yang mungkin secara lebih lanjut akan berkolaborasi pada setiap penguatan lebih lanjut untuk logam emas yang tidak memberikan keuntungan. Oleh karena itu, akan bijaksana untuk menunggu langkah tindak lanjut yang kuat sebelum mengantisipasi pergerakan jangka pendek lebih lanjut pada pergerakan emas.

Harga Emas Terpelanting

Harga emas tertekan pada hari Selasa meskipun dolar diperdagangkan sedikit lebih rendah terhadap sekeranjang mata uang utama. Harga Emas turun $ 5,7 atau 0,4%, menjadi $ 1,298.0 per troy ounce.

Harga emas sempat berada di level $ 1,307.80 yang disentuh pada hari Jumat ketika Presiden AS Donald Trump muncul untuk mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa KTT dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali pada jalurnya, beberapa hari setelah menarik diri dari pertemuan.

Sementara itu, Perdana Menteri Shinzo Abe berencana untuk bertemu Presiden AS Donald Trump pada konferensi G-7 di Quebec pada 8-9 Juni. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sedang mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan ke Singapura untuk KTT tiga arah dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Trump pada bulan depan.

Indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama terakhir berada di 94,32, turun 0,03%. Indeks dolar naik ke level tertinggi tahun ini di 94,43 setelah sebuah berita muncul bahwa KTT Korea Utara kembali pada jalurnya.

Sementara itum dukungan terlihat berada di area $ 1295 ketika kekhawatiran Italia memberikan sedikit dukungan meskipun hanya merupakan faktor minor pada saat ini.

Harga Emas Tergelincir Tipis

Harga emas tergelincir pada hari Jumat karena dolar kembali menguat terhadap mata uang utama lainnya di sesi Asia pada perdagangan pagi hari Jumat dan membuat indeks dolar AS menguji level 94.

Harga Emas turun $ 2,4, atau 0,18%, menjadi $ 1,301.9 per troy ounce.

Sementara itu, US Dollar Index yang melacak dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama, berdiri di 93,83, naik 0,11%. Minggu ini greenback naik ke level tertinggi tahunan ketika indeks mencapai 94,10 pada Rabu malam.

Greenback tidak terpukul oleh keputusan Trump untuk membatalkan pertemuan puncak 12 Juni dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dimana langkah tersebut dapat menyalakan kembali ketegangan geopolitik di wilayah tersebut.

Gedung Putih merilis surat oleh Trump untuk Kim, di mana presiden AS membatalkan pertemuan tersebut. Trump menyebut “kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka” dalam pernyataan terbaru dari Pyongyang dan menyebut hasilnya sebagai kemunduran bagi Korea Utara dan dunia.

Aset berdenominasi dolar seperti emas sangat sensitif terhadap pergerakan dolar dimana kenaikan dolar akan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing dan dengan demikian akan menurunkan permintaan untuk logam emas.

Harga Emas Tunggu Meeting Minute Fed

Harga emas sedikit berubah pada hari Rabu karena dolar tertahan untuk bergerak naik setelah menyentuh level tertinggi baru pada tahun ini di hari Senin. Harga Emas tidak berubah pada kisaran $ 1,290.0 per troy ounce pada.

Sementara itu, US Dollar Index yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama terakhir berada di 93,62, naik 0,12% pada hari Senin, greenback naik ke level tertinggi baru tahun ini di 93,91, menguji level 94.

Investor sekarang mengalihkan perhatian untuk mencari isyarat kenaikan suku bunga dari risalah Federal Reserve yang akan dirilis pada hari Kamis yang akan membuat dolar semakin didukung oleh keberlanjutan kenaikan imbal hasil Treasury 10 tahun AS yang mencapai level 3% baru-baru ini dan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Aset berdenominasi dolar seperti emas, sangat sensitif terhadap pergerakan dolar dimana kenaikan dolar akan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing dan dengan demikian menurunkan permintaan untuk logam mulia.