Emas Jatuh Seiring Spekulasi Suku Bunga

Berita Emas – Emas jatuh ke level terendah delapan bulan karena meningkatnya prospek kenaikan suku bunga AS yang memicu penguatan dolar, sekaligus meredam permintaan untuk emas. Emas turun sebanyak 0.6 persen menjadi $ 1,208.40 per ounce, yang merupakan harga terendah sejak 2 Januari.

Emas sedang menuju penurunan secara kuartalan pertama tahun ini seiring dengan index Dollar AS yang naik ke level tertinggi dalam empat tahun dan investor yang mengurangi kepemilikan di SPDR Gold Trust. Bank Sentral AS ( The Federal Reserve / The Fed ) tengah berada di jalur untuk mengakhiri program stimulusnya setelah memotong pembelian obligasi bulanan sampai $ 15 miliar dari $ 25 miliar bulan ini. Ketua The Fed saat ini, Janet Yellen menegaskan dalam pidatonya pada konferensi pers pasca rapat FOMC kemarin, bahwa batas waktu kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya nanti akan tergantung pada data-data ekonomi yang dirilis.  Para pembuat kebijakan pekan lalu menaikkan proyeksi suku bunga untuk tahun 2015, bahkan sebagai bank sentral akan mempertahankan janjinya untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang cukup.

“Emas sangat mungkin dalam perjalanan untuk menghapus keuntungan tahun ini,” kata Barnabas Gan, seorang ekonom di Singapura Oversea-Chinese Banking Corp “Dengan the Fed yang akan mengakhiri program pembelian obligasinya (QE) pada pertemuan berikutnya, pasar akan mengalihkan pandangannya kepada langkah selanjutnya the Fed dalam menormalkan kebijakan moneter melalui suku bunga yang lebih tinggi. “

“Tidak ada alasan kuat untuk mempertahankanemas,” kata Brian Levitt, ekonom berbasis di OppenheimerFunds Inc New York. Bagi saya menandakan dolar yang kuat dan harga emas lebih lemah. ” Saat ini emas masih di perdagangkan dikisaran $ 1,208.40 per ounce pada pukul 17:30 wib. Emas sempat rally ke kisaran $ 1,392.33 pada bulan Maret karena meningkatnya ketegangan geopolitik, antara rusia – ukraina yang mendorong permintaan haven. Sementara itu, harga jual emas PT Aneka Tambang (ANTM) pada perdagangan hari ini turun Rp2.000/gram menjadi Rp524 ribu/gram. Lalu, untuk harga beli kembali (buyback) juga turun Rp2.000/gram menjadi Rp465 ribu/gram.

Sumber: Bloomberg.com